Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Maret, 2017

Syarat Yang Harus Dipenuhi Untuk Menjemput Rezeki

Sejatinya, Allah SWT telah menjamin rezeki makhluknya. “Dan, tidak ada suatu binatang melata pun di bumi, melainkan Allah-lah yang akan memberi rezekinya.” (QS Hud [11]: 6). Sumber rezeki sangatlah luas dan dalam. Seluas bentangan bumi dan kedalaman samudra. Sungguh, di setiap jengkal hamparan bumi dan laut terdapat rezeki yang bisa dikais. Permasalahannya, kerap kali manusia lebih berorientasi menunggu rezeki daripada menjemputnya. Lebih mementingkan selera pribadi dalam memilih sumber rezeki ketimbang merebut kesempatan di depan mata. Lebih mengutamakan cara yang cepat daripada berletih-letih dalam menggapainya. Karena itu, Islam menekankan setiap Muslim agar menjemput rezeki dengan menggunakan semua potensi dan kekuatan yang dimilikinya. Yang pasti, dua kebaikan perlu diperhatikan. Pertama, rezeki yang didapatkan adalah yang baik. “Hai, orang-orang yang beriman, makanlah di antara rezeki yang baik-baik yang Kami berikan kepada kalian.” (QS Al-Baqarah [2]: 127). Terkait ayat di atas...

Pentingnya Cashflow yang Sehat

Teman teman, selama ini anda berbisnis,fokus mengejar profti atau cashflow? Bila seseorang pengusaha mengejar net profit.bisa terjebak dalam kondisi tidak lancarnya cashflow. karena yang dinamakan profit, bisa hanya sebatas angka dilaporan keuangan. Profit bisnis saya sekian M. Tapi ternyata cash alias uangnya sedang tudak ada dikantong, alias banyak piutang yang tidak lancar. Bila hal seperti ini terjadi, seperti sebuah tubuh manusia yang terkena penyakit penyumbatan pembuluh darah. Karena aliran darahnya tidak lancar, bisa mengakibatkan kematian mendadak atau kematian karena kurang darah. Apa sih pentingnya cashflow bagi sebuah perusahaan? pentingnya cashflow sendiri yaitu. bila sebuah perusahaan, omsetnya bisa mencapai sekian triliun dalam sebulan, tapi kondisi cashflownya gak sehat, bisa dipastikan meskipun omsetnya sebesar itu, bisnis ini bisa bangkrut mendadak, karena kondisi duwit ditangannya tidak bisa untuk membayar semua pengeluaran, baik itu gaji,sewa, bela...

Apa Bedanya Pernyataan, Mempertanyakan, dan Pertanyaan?

Inilah penjelasannya.. Pernyataan "Aku tak setuju dengan teorimu, karena bla bla bla..” "Menurut aku yang benar adalah seperti ini…” Jika kita menemui orang yang telah memberikan pernyataan, penilaian, pendapat, tanpa ada kalimat tanya, lebih baik tak perlu dijelaskan, karena 90% argumen kita akan dipatahkan dengan alasan atau doktrin yang telah diyakininya. Termasuk saat orang menilai buruk tentang diri kita. Biarkan saja, toh penilaian hakiki itu ada dimata Allah. "Janganlah memberi makan kepada orang yang kekenyangan. Janganlah memberi minum kepada orang yang 'kembung' perutnya.” Mempertanyakan "Mana mungkin bisa seperti itu..?” "Masak sih bisa bisnis tanpa modal..?” Peluang menjawab pertanyaan dengan keraguan seperti ini adalah fifty-fifty . Mungkin mereka memerlukan bukti lebih lanjut. Mungkin mereka merasa "terlalu indah untuk dipercaya”. Dengan penjelasan yang masuk nalar mereka, in syaa Allah mereka akan menerima. Tapi jika ki...