Inilah penjelasannya..
Pernyataan
"Aku tak setuju dengan teorimu, karena bla bla bla..”
"Menurut aku yang benar adalah seperti ini…”
Jika kita menemui orang yang telah memberikan pernyataan, penilaian, pendapat, tanpa ada kalimat tanya, lebih baik tak perlu dijelaskan, karena 90% argumen kita akan dipatahkan dengan alasan atau doktrin yang telah diyakininya. Termasuk saat orang menilai buruk tentang diri kita. Biarkan saja, toh penilaian hakiki itu ada dimata Allah.
"Janganlah memberi makan kepada orang yang kekenyangan.
Janganlah memberi minum kepada orang yang 'kembung' perutnya.”
Mempertanyakan
"Mana mungkin bisa seperti itu..?”
"Masak sih bisa bisnis tanpa modal..?”
Peluang menjawab pertanyaan dengan keraguan seperti ini adalah fifty-fifty. Mungkin mereka memerlukan bukti lebih lanjut. Mungkin mereka merasa "terlalu indah untuk dipercaya”. Dengan penjelasan yang masuk nalar mereka, in syaa Allah mereka akan menerima. Tapi jika kita sebagai pembelajar, hindarilah mempertanyakan, namun bertanyalah..
Pertanyaan
"Bagaimana caranya buka bisnis bisa langsung laris..?”
"Bolehkah saya tahu, apa yang menyebabkan Anda berkata demikian..?”
Nah, pertanyaan-pertanyaan seperti diatas hanya akan keluar dari pembelajar yang memiliki kerendahan hati.
Ilmu seperti air, hanya akan mengalir kepada mereka yang merendahkan hatinya..
…dan kualitas pertanyaan itulah yang akan menemukan kualitas jawabannya..
Semoga bermanfaat..
sumber. Jaya SB.
Youtube
Komentar
Posting Komentar