Mental pengiklan itu adalah:
dia berusaha untuk mendapatkan konsumen yang membeli produknya.
Ia akan mencari terus sampai dapat, sampai seseorang benar-benar membeli produknya.
Setelah ada yang membeli. Ya udah dia akan mencari lagi orang yang mau dan jadi membeli produknya.
Hal ini terus berlangsung seumur hidupnya.
Mental pebisnis/pengusaha:
Pebisnis ada persamaan dengan pengiklan, yang berusaha mencari orang agar benar-benar membeli produk nya.
Setelah ada orang yang membeli, dia tidak langsung mencari konsumen baru.
Tapi ia berusaha sekuat tenaga, agar orang yang sudah membeli, akan tetap kembali lagi berkali-kali membeli, dalam seumur hidup nya.
Inilah penjelasannya.. Pernyataan "Aku tak setuju dengan teorimu, karena bla bla bla..” "Menurut aku yang benar adalah seperti ini…” Jika kita menemui orang yang telah memberikan pernyataan, penilaian, pendapat, tanpa ada kalimat tanya, lebih baik tak perlu dijelaskan, karena 90% argumen kita akan dipatahkan dengan alasan atau doktrin yang telah diyakininya. Termasuk saat orang menilai buruk tentang diri kita. Biarkan saja, toh penilaian hakiki itu ada dimata Allah. "Janganlah memberi makan kepada orang yang kekenyangan. Janganlah memberi minum kepada orang yang 'kembung' perutnya.” Mempertanyakan "Mana mungkin bisa seperti itu..?” "Masak sih bisa bisnis tanpa modal..?” Peluang menjawab pertanyaan dengan keraguan seperti ini adalah fifty-fifty . Mungkin mereka memerlukan bukti lebih lanjut. Mungkin mereka merasa "terlalu indah untuk dipercaya”. Dengan penjelasan yang masuk nalar mereka, in syaa Allah mereka akan menerima. Tapi jika ki...
Komentar
Posting Komentar