Langsung ke konten utama

Aturan Utang Piutang

  Ada sedikit ilmu yang saya pengen tulis, hasil dari ikut kajian kemaren. Yang dibahas yaitu tentang aturan utang piutang & kezaliman dalam muamalah. Sangat saya sayangkan sekali, pada saat itu kedatangan saya agak sedikit terlambat, sehingga saya ketinggalan materi lumayan banyak, dan lebih kacaunya lagi saya nggak kebagian modulnya juga. Haduhhh nasibbb nasibbb ;).
  Baik langsung saja pada pembahasan, pada kajian kemaren jadi dibagi menjadi 2 golongan.

 1. golongan mampu Yaitu orang yang tergolong memiliki harta lebih.

     1. Jika memberi hutang, hutang yang pertama masih diupayakan untuk tetap sampai pelunasan.Untuk hutang yang kedua, dianggap sedekah.
     2. Hutang yang kedua kali putihkanlah, insya Allah Allah akan ganti.
     3. Tata cara menagih, harap tagihlah dengan hati yang tenang, tanpa emosi.
     4. Jika memang sudah jatuh tempo dan yg berhutang masih belum bisa melunasi, berikanlah waktu tunda. Dua sampai tiga kali.Jika masih juga belum bisa melunasi, keputusan ada didiri kita kembali, jadi kita bisa menilai apakah memang yang berhutang tersebut benar-benar kesulitan untuk membayar atau tidak. Jika memang benar, iklaskanlah, insya Allah Allah ganti. Jika memang orang tersebut menurut kita mampu, tapi tidak mau membayar, kita boleh untuk mempermalukannya dimuka umum.

 2. golongan tidak mampu Yaitu orang yang tergolong kekurangan harta.

     1. Jangan mengandalkan harta orang lain.
     2. Hindari hutang dan bersifat qanaah(rela, ridho, bersyukur terhadapyang Allah berikan)
     3. Menghargai orang yang berbuat baik kepadanya. Itulah sedikit yang saya sempat tangkap dari kajian kemaren.

Sebenarnya masih ada lagi buwanyaaak, tapi sayang saya datang terlambat, jadi banya yg terlewatkan. ada sedikit tambahan nih, katanya pak ustad, "barang siapa diwaktu pagi merasa indah dihati,sehat jasmani, punya makanan pokok, maka seakan-akan dunia ini milik kita (kita kuasai)". sekian dulu. thnk’s.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Apa Bedanya Pernyataan, Mempertanyakan, dan Pertanyaan?

Inilah penjelasannya.. Pernyataan "Aku tak setuju dengan teorimu, karena bla bla bla..” "Menurut aku yang benar adalah seperti ini…” Jika kita menemui orang yang telah memberikan pernyataan, penilaian, pendapat, tanpa ada kalimat tanya, lebih baik tak perlu dijelaskan, karena 90% argumen kita akan dipatahkan dengan alasan atau doktrin yang telah diyakininya. Termasuk saat orang menilai buruk tentang diri kita. Biarkan saja, toh penilaian hakiki itu ada dimata Allah. "Janganlah memberi makan kepada orang yang kekenyangan. Janganlah memberi minum kepada orang yang 'kembung' perutnya.” Mempertanyakan "Mana mungkin bisa seperti itu..?” "Masak sih bisa bisnis tanpa modal..?” Peluang menjawab pertanyaan dengan keraguan seperti ini adalah fifty-fifty . Mungkin mereka memerlukan bukti lebih lanjut. Mungkin mereka merasa "terlalu indah untuk dipercaya”. Dengan penjelasan yang masuk nalar mereka, in syaa Allah mereka akan menerima. Tapi jika ki...

Bagaimana Cara Mengatasi Rasa Iri di Dalam Dunia Wirausaha

Wajar ketika anda menjadi seorang pengusaha, anda merasa ingin terhubung dan memiliki koneksi dengan pengusaha sukses lainnya. Ini merupakan hal yang sulit. Namun setiap kali beberapa orang berada dalam lingkaran sosial tersebut, mereka dapat menjalankan bisnisnya dengan baik. Sementara, pengusaha yang tidak memiliki koneksi bisa dikatakan ‘kurang’ berhasil. Rasa iri di dalam dunia wirausaha dapat menyebabkan kerusakan hubungan sosial dan kolaborasi potensial. Dan tentunya dapat merusak berbagai hal, karena sering muncul di hati setiap manusia. Anda mungkin pernah menemukan ‘rasa iri’ di salah satu dari peristiwa berikut : 1. Ketika pekerjaan yang dapat orang lain selesaikan dengan baik, sedangkan anda tidak mampu melakukannya. 2. Ketika anda mampu melakukan sesuatu dengan baik, tetapi yang lain tidak mampu. 3. Dan ketika tidak ada yang benar-benar mampu melakukan dengan baik, kecuali satu orang yang memang sangat berbakat. Berikut adalah cara menangani setiap situasi tersebut,...

3 Golongan Karyawan

Ada 3 golongan karyawan yang bisa saya bagi disini agar supaya kita bisa membedakan karyawan kita termasuk golongan yang mana sih? Patut untuk dipertahankan atau nggak sih? Berikit 3 golongan tersebut: 1. Karyawan bekerja untuk mengisi waktu luang      Karyawan yang pada perusahaan tujuannya untuk mengisi waktu luang saja apa bagus untuk dipertahankan? Jelas tidak dong🙂. Kenapa? Karena mereka yang bekerjanya hanya untuk mengisi waktu luang saja bisa dipastikan bahwa kinerjanya diperusahaan nanti akan asal-asalan, karena memang niatnya bekerja hanya untuk menghabiskan waktu saja.        Kebanyakan yang menempati kategori ini adalah mereka anak-anak muda yang baru lulus sekolah dan kondisi keuangannya termasuk golongan mampu. Yang kedua yaitu ibu rumah tangga, yang suaminya termasuk golongan mampu. Dia juga pun nantinya akan asal-asalan dalam bekerja, karena memang tujuan bekerjanya hanya untuk mengisi waktu luang. 2. Karyawan bekerja untuk mencari peng...