Sedikit demi sedikit saya mulai tertarik untuk belajar tentang realita kehidupan yang saya lihat kok semakin kita tidak bisa mengendalikan maka akan semakin tidak mengenakkan untuk kita. Apakah sampai begitu jahatnya dunia?? ๐
Nggak boleh bilang dunia itu jahat, bukan dunianya yang jahat, tapi manusianya sendiri yang mungkin salah jalan ya ๐.
Ada beberapa topik yang ingin saya bagi kali ini, antara lain:
Tentang keserakahan
Bahwa keserakahan itu memang sudah menjadi sifat dasar manusia umumnya. Jadi bukan salah kita jika kita memang sering merasakan perasaan yang kurang, kurang dan kurang terus, karna itu memang sifat dasar manusia umumnya.
Nah, yang menjadi masalah, jika sifat keserakahan tersebut tidak bisa kita kendalikan, apa yang akan terjadi? Dampaknya bukan hanya dirasakan orang lain, dampak terbesar justru malah akan menimpa kita sendiri. Diri kita akan tidak bisa merasakan yang namanya nikmat hidup didunia, hanya karena diri kita yang selalu merasa kurang dari nikmat dunia yang Allah berikan. Padahal jika kita bisa bersyukur dengan apa yang Allah berikan kepada kita, kehidupan ini akan indah, damai, dan tentram. Selalu bersyukur dengan apapun keadaan kita. Pandai pandailah bersyukur. Bagaimana caranya?? Salah satunya dengan cara jangan melihat keatas, tapi lihatlah kebawah. Maksudnya, jangan kita selalu melihat kepada orang yang kehidupannya jauh lebih enak dari kita.
Contoh yang paling gampang kehidupan presiden yang ingin apa aja tinggal nomong udah datang sendiri yang diinginkan๐. Jadi lihatlah orang yang kehidupannya dibawah kita, dan lihatlah, berapa banyak orang-orang yang kehidupannya dibawah kita?? Pasti kamu akan melihat sangat banyak orang. dan itulah realitanya.
Baik, disini maksud saya jangan melihat keatas bukan berarti kita terus tidak boleh memiliki keinginan hidup yang lebih enak lo ya!
Kita boleh memiliki keinginan, impian, cita-cita yang tinggi, tapi ada yang jauh lebih penting dari itu. Yaitu kita harus ingat, siapa pencipta kita? Siapa yang menciptakan kehidupan ini? Siapa yang menciptakan bumi langit seisinya ini? Siapa yang menciptakan dunia dan akhirat? Allah lah yang menciptakan segalanya, mengatur segalanya, begitu juga yang mengatur kehidupan kita. Juga termasuk yang meridhoi apapun keinginan kita, impian kita, atau citacita kita.
Jadi yang terpenting, niatkan apapun keinginan kita tersebut semua karena Allah SWT. Jika niat itu sudah tertata maka insya Allah, Allah akan membimbing kita dan menjauhkan kita dari sifat keserakahan. Dan indahnya, keinginan kitapun akan lebih mudah tercapai.
Ada juga teman yang tanya, "mas kalau kita mempunyai impian yang besar itu boleh nggak mas? Apakah itu termasuk mengikuti hawa nafsu yang tinggi?"
Impian boleh tinggi, bahkan allah lebih senang dengan makhluknya(manusia) yang mampu. Makanya ada rukun islam yang sangat berat yaitu rukun islam yang terakhir, ibadah Haji. Jika makhluknya(manusia) tidak mampu, bagaimana kita bisa mencapainya? Iya nggak? Jadi memang allah sebenarnya menginginkan kita untuk mampu segalanya, termasuk finansial. Karena impian yang tinggi itu peluang untuk bisa dicapainya akan menjadi kecil jika finansial kita sulit. Kembali ke pertanyaan, jadi impian yang besar itu boleh, asal tetap niatkan semuanya itu kepada Allah. Karena Allah lah yang mengizinkan atau tidaknya, meridhoi atau tidaknya. Jika niat sudah tertata, barulah step selanjutnya yaitu ikhtiar yang maksimal+do'a. Untuk hasilnya, serahkan semuanya kepada Allah SWT. Dan untuk yang terakhir, apapun hasilnya, tercapai atau tidak, baik atau buruk, enak atau nggak enak, itulah yang terbaik untuk Kita dan dari Allah SWT. Ingat Allah tidak pernah salah ambil keputusan.
Dan coba kita bayangkan jika keserakahan sudah mengendalikan kita. Dikasih sekian kurang, dikasih sekian lagi kurang lagi triple sekian tetap kurang. Ingat ya, orang yang serakah itu mereka tidak tahu berapa angka cukup mereka. Yang ada hanya merasa kurang, dan tidak pernah memikirkan lingkungan sekitar. Naudzubillah.
Semoga bermanfaat.
Pesan saya "always smiling ๐"
Nggak boleh bilang dunia itu jahat, bukan dunianya yang jahat, tapi manusianya sendiri yang mungkin salah jalan ya ๐.
Ada beberapa topik yang ingin saya bagi kali ini, antara lain:
Tentang keserakahan
Bahwa keserakahan itu memang sudah menjadi sifat dasar manusia umumnya. Jadi bukan salah kita jika kita memang sering merasakan perasaan yang kurang, kurang dan kurang terus, karna itu memang sifat dasar manusia umumnya.
Nah, yang menjadi masalah, jika sifat keserakahan tersebut tidak bisa kita kendalikan, apa yang akan terjadi? Dampaknya bukan hanya dirasakan orang lain, dampak terbesar justru malah akan menimpa kita sendiri. Diri kita akan tidak bisa merasakan yang namanya nikmat hidup didunia, hanya karena diri kita yang selalu merasa kurang dari nikmat dunia yang Allah berikan. Padahal jika kita bisa bersyukur dengan apa yang Allah berikan kepada kita, kehidupan ini akan indah, damai, dan tentram. Selalu bersyukur dengan apapun keadaan kita. Pandai pandailah bersyukur. Bagaimana caranya?? Salah satunya dengan cara jangan melihat keatas, tapi lihatlah kebawah. Maksudnya, jangan kita selalu melihat kepada orang yang kehidupannya jauh lebih enak dari kita.
Contoh yang paling gampang kehidupan presiden yang ingin apa aja tinggal nomong udah datang sendiri yang diinginkan๐. Jadi lihatlah orang yang kehidupannya dibawah kita, dan lihatlah, berapa banyak orang-orang yang kehidupannya dibawah kita?? Pasti kamu akan melihat sangat banyak orang. dan itulah realitanya.
Baik, disini maksud saya jangan melihat keatas bukan berarti kita terus tidak boleh memiliki keinginan hidup yang lebih enak lo ya!
Kita boleh memiliki keinginan, impian, cita-cita yang tinggi, tapi ada yang jauh lebih penting dari itu. Yaitu kita harus ingat, siapa pencipta kita? Siapa yang menciptakan kehidupan ini? Siapa yang menciptakan bumi langit seisinya ini? Siapa yang menciptakan dunia dan akhirat? Allah lah yang menciptakan segalanya, mengatur segalanya, begitu juga yang mengatur kehidupan kita. Juga termasuk yang meridhoi apapun keinginan kita, impian kita, atau citacita kita.
Jadi yang terpenting, niatkan apapun keinginan kita tersebut semua karena Allah SWT. Jika niat itu sudah tertata maka insya Allah, Allah akan membimbing kita dan menjauhkan kita dari sifat keserakahan. Dan indahnya, keinginan kitapun akan lebih mudah tercapai.
Ada juga teman yang tanya, "mas kalau kita mempunyai impian yang besar itu boleh nggak mas? Apakah itu termasuk mengikuti hawa nafsu yang tinggi?"
Impian boleh tinggi, bahkan allah lebih senang dengan makhluknya(manusia) yang mampu. Makanya ada rukun islam yang sangat berat yaitu rukun islam yang terakhir, ibadah Haji. Jika makhluknya(manusia) tidak mampu, bagaimana kita bisa mencapainya? Iya nggak? Jadi memang allah sebenarnya menginginkan kita untuk mampu segalanya, termasuk finansial. Karena impian yang tinggi itu peluang untuk bisa dicapainya akan menjadi kecil jika finansial kita sulit. Kembali ke pertanyaan, jadi impian yang besar itu boleh, asal tetap niatkan semuanya itu kepada Allah. Karena Allah lah yang mengizinkan atau tidaknya, meridhoi atau tidaknya. Jika niat sudah tertata, barulah step selanjutnya yaitu ikhtiar yang maksimal+do'a. Untuk hasilnya, serahkan semuanya kepada Allah SWT. Dan untuk yang terakhir, apapun hasilnya, tercapai atau tidak, baik atau buruk, enak atau nggak enak, itulah yang terbaik untuk Kita dan dari Allah SWT. Ingat Allah tidak pernah salah ambil keputusan.
Dan coba kita bayangkan jika keserakahan sudah mengendalikan kita. Dikasih sekian kurang, dikasih sekian lagi kurang lagi triple sekian tetap kurang. Ingat ya, orang yang serakah itu mereka tidak tahu berapa angka cukup mereka. Yang ada hanya merasa kurang, dan tidak pernah memikirkan lingkungan sekitar. Naudzubillah.
Semoga bermanfaat.
Pesan saya "always smiling ๐"
Komentar
Posting Komentar