Langsung ke konten utama

Tentang Keserakahan dan Impian Yang Tinggi

Sedikit demi sedikit saya mulai tertarik untuk belajar tentang realita kehidupan yang saya lihat kok semakin kita tidak bisa mengendalikan maka akan semakin tidak mengenakkan untuk kita. Apakah sampai begitu jahatnya dunia?? ๐Ÿ˜„
Nggak boleh bilang dunia itu jahat, bukan dunianya yang jahat,  tapi manusianya sendiri yang mungkin salah jalan ya ๐Ÿ˜„.

Ada beberapa topik yang ingin saya bagi kali ini,  antara lain:

Tentang keserakahan

Bahwa keserakahan itu memang sudah menjadi sifat dasar manusia umumnya.  Jadi bukan salah kita jika kita memang sering merasakan perasaan yang kurang,  kurang dan kurang terus, karna itu memang sifat dasar manusia umumnya.
Nah,  yang menjadi masalah,  jika sifat keserakahan tersebut tidak bisa kita kendalikan,  apa yang akan terjadi?  Dampaknya bukan hanya dirasakan orang lain, dampak terbesar justru malah akan menimpa kita sendiri. Diri kita akan tidak bisa merasakan yang namanya nikmat hidup didunia,  hanya karena diri kita yang selalu merasa kurang dari nikmat dunia yang Allah berikan. Padahal jika kita bisa bersyukur dengan apa yang Allah berikan kepada kita, kehidupan ini akan indah,  damai,  dan tentram.  Selalu bersyukur dengan apapun keadaan kita.  Pandai pandailah bersyukur.  Bagaimana caranya??  Salah satunya dengan cara jangan melihat keatas,  tapi lihatlah kebawah. Maksudnya, jangan kita selalu melihat kepada orang yang kehidupannya jauh lebih enak dari kita.
Contoh yang paling gampang kehidupan presiden yang ingin apa aja tinggal nomong udah datang sendiri yang diinginkan๐Ÿ˜„. Jadi lihatlah orang yang kehidupannya dibawah kita,  dan lihatlah,  berapa banyak orang-orang yang kehidupannya dibawah kita??  Pasti kamu akan melihat sangat banyak orang. dan itulah realitanya.

Baik,  disini maksud saya jangan melihat keatas bukan berarti kita terus tidak boleh memiliki keinginan hidup yang lebih enak lo ya!
Kita boleh memiliki keinginan,  impian,  cita-cita yang tinggi, tapi ada yang  jauh lebih penting dari itu.  Yaitu kita harus ingat,  siapa pencipta kita?  Siapa yang menciptakan kehidupan ini?  Siapa yang menciptakan bumi langit seisinya ini? Siapa yang menciptakan dunia dan akhirat?  Allah lah yang menciptakan segalanya, mengatur segalanya,  begitu juga yang mengatur kehidupan kita. Juga termasuk yang meridhoi apapun keinginan kita,  impian kita, atau citacita kita.
Jadi yang terpenting, niatkan apapun keinginan kita tersebut semua karena Allah SWT. Jika niat itu sudah tertata maka insya Allah, Allah akan membimbing kita dan menjauhkan kita dari sifat keserakahan. Dan indahnya,  keinginan kitapun akan lebih mudah tercapai.

Ada juga teman yang tanya, "mas kalau kita mempunyai impian yang besar itu boleh nggak mas?  Apakah itu termasuk mengikuti hawa nafsu yang tinggi?"

Impian boleh tinggi,  bahkan allah lebih senang dengan makhluknya(manusia) yang mampu. Makanya ada rukun islam yang sangat berat yaitu rukun islam yang terakhir, ibadah Haji.  Jika makhluknya(manusia) tidak mampu,  bagaimana kita bisa mencapainya?  Iya nggak? Jadi memang allah sebenarnya menginginkan kita untuk mampu segalanya,  termasuk finansial. Karena impian yang tinggi itu peluang untuk bisa dicapainya akan menjadi kecil jika finansial kita sulit. Kembali ke pertanyaan,  jadi impian yang besar itu boleh,  asal tetap niatkan semuanya itu kepada Allah.  Karena Allah lah yang mengizinkan atau tidaknya,  meridhoi atau tidaknya.  Jika niat sudah tertata,  barulah step selanjutnya yaitu ikhtiar yang maksimal+do'a.  Untuk hasilnya,  serahkan semuanya kepada Allah SWT. Dan untuk yang terakhir,  apapun hasilnya, tercapai atau tidak,  baik atau buruk,  enak atau nggak enak,  itulah yang terbaik untuk Kita dan dari Allah SWT.  Ingat Allah tidak pernah salah ambil keputusan.

Dan coba kita bayangkan jika keserakahan sudah mengendalikan kita.  Dikasih sekian  kurang, dikasih sekian lagi kurang lagi triple sekian tetap kurang.  Ingat ya,  orang yang serakah itu mereka tidak tahu berapa angka cukup mereka. Yang ada hanya merasa kurang, dan tidak pernah memikirkan lingkungan sekitar. Naudzubillah.

Semoga bermanfaat. 

Pesan saya "always smiling ๐Ÿ˜Š"

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Apa Bedanya Pernyataan, Mempertanyakan, dan Pertanyaan?

Inilah penjelasannya.. Pernyataan "Aku tak setuju dengan teorimu, karena bla bla bla..” "Menurut aku yang benar adalah seperti ini…” Jika kita menemui orang yang telah memberikan pernyataan, penilaian, pendapat, tanpa ada kalimat tanya, lebih baik tak perlu dijelaskan, karena 90% argumen kita akan dipatahkan dengan alasan atau doktrin yang telah diyakininya. Termasuk saat orang menilai buruk tentang diri kita. Biarkan saja, toh penilaian hakiki itu ada dimata Allah. "Janganlah memberi makan kepada orang yang kekenyangan. Janganlah memberi minum kepada orang yang 'kembung' perutnya.” Mempertanyakan "Mana mungkin bisa seperti itu..?” "Masak sih bisa bisnis tanpa modal..?” Peluang menjawab pertanyaan dengan keraguan seperti ini adalah fifty-fifty . Mungkin mereka memerlukan bukti lebih lanjut. Mungkin mereka merasa "terlalu indah untuk dipercaya”. Dengan penjelasan yang masuk nalar mereka, in syaa Allah mereka akan menerima. Tapi jika ki...

Bagaimana Cara Mengatasi Rasa Iri di Dalam Dunia Wirausaha

Wajar ketika anda menjadi seorang pengusaha, anda merasa ingin terhubung dan memiliki koneksi dengan pengusaha sukses lainnya. Ini merupakan hal yang sulit. Namun setiap kali beberapa orang berada dalam lingkaran sosial tersebut, mereka dapat menjalankan bisnisnya dengan baik. Sementara, pengusaha yang tidak memiliki koneksi bisa dikatakan ‘kurang’ berhasil. Rasa iri di dalam dunia wirausaha dapat menyebabkan kerusakan hubungan sosial dan kolaborasi potensial. Dan tentunya dapat merusak berbagai hal, karena sering muncul di hati setiap manusia. Anda mungkin pernah menemukan ‘rasa iri’ di salah satu dari peristiwa berikut : 1. Ketika pekerjaan yang dapat orang lain selesaikan dengan baik, sedangkan anda tidak mampu melakukannya. 2. Ketika anda mampu melakukan sesuatu dengan baik, tetapi yang lain tidak mampu. 3. Dan ketika tidak ada yang benar-benar mampu melakukan dengan baik, kecuali satu orang yang memang sangat berbakat. Berikut adalah cara menangani setiap situasi tersebut,...

3 Golongan Karyawan

Ada 3 golongan karyawan yang bisa saya bagi disini agar supaya kita bisa membedakan karyawan kita termasuk golongan yang mana sih? Patut untuk dipertahankan atau nggak sih? Berikit 3 golongan tersebut: 1. Karyawan bekerja untuk mengisi waktu luang      Karyawan yang pada perusahaan tujuannya untuk mengisi waktu luang saja apa bagus untuk dipertahankan? Jelas tidak dong๐Ÿ™‚. Kenapa? Karena mereka yang bekerjanya hanya untuk mengisi waktu luang saja bisa dipastikan bahwa kinerjanya diperusahaan nanti akan asal-asalan, karena memang niatnya bekerja hanya untuk menghabiskan waktu saja.        Kebanyakan yang menempati kategori ini adalah mereka anak-anak muda yang baru lulus sekolah dan kondisi keuangannya termasuk golongan mampu. Yang kedua yaitu ibu rumah tangga, yang suaminya termasuk golongan mampu. Dia juga pun nantinya akan asal-asalan dalam bekerja, karena memang tujuan bekerjanya hanya untuk mengisi waktu luang. 2. Karyawan bekerja untuk mencari peng...