Langsung ke konten utama

Bisakah UMKM Binaan BUMDes Naik Kelas?

 UMKM Binaan BUMDes


Bisakah UMKM binaan BUMDes naik kelas?

Saya rasa sangat sulit karena adanya pembatasan-pembatasan jenis produk yang dijual disetiap jualannya. Memang benar pembatasan-pembatasan itu tujuannya untuk hal yang baik, seperti menghindari persaingan yang tidak sehat. Namun disatu sisi pembatasan itu akan membuat para pelaku UMKM(baca: pedagang) menjadi tidak bisa bergerak bebas. Padahal untuk bisa bertumbuh/jalan, para pedagang itu sangat membutuhkan kebebasan yang mana  untuk bisa menemukan kekhasan(jati diri usaha) sipedagang tersebut. "Lha gimana mau bisa besar kalau belum-belum sudah dibatasi ini itu?"😇

Harusnya BUMDes sudah memikirkan gimana caranya supaya para pedagang binaannya bisa bergerak bebas dulu karena itu yang paling dibutuhkan oleh UMKM. 

Lalu akan muncul pikiran gini "nanti kalau dibebaskan, kalau jualannya sama semua antar pedagang gimana?" "Bisa bisa saling pecuca-pecucuan nanti sesama pedagang"😅. "Apalagi yang mana BUMDes itu sudah pasti usahanya ya ada didesa". "Dan kalau didesa itu identik dengan istilah ras**-ras**, gak enakan, pikiran sing ora-ora, sawat-sawatan uyah, kate ngene gx penak karo kae?, kate ngono ngko ndang ngono? 

Lha teros piye lak ngono?"😅


"Nih saya coba kasih arahan ya."

1. Carikan cara gimana supaya para pedagang bisa bergerak bebas. Karna itu syarat utama UMKM bisa jalan(nggak usah mikir naik kelas). 

Jika pihak BUMDes sudah tidak mempermasalahkan jika produk yang dijual antar pedagang sama, maka tinggal mencari cara lagi gimana caranya supaya tidak pecuca-pecucuan, gontok-gontokan, atau istilah-istilah seperti yang diatas tadi🤭. Saran saya perlebar luas bangunan antar pedagang. Karena semakin lebar luas bangunan antar pedagang, maka konflikpun akan menjadi lebih sedikit(sedikit pemain). Begitupun untuk pedagangnya akan menjadi lebih kokoh atau tidak mudah rapuh seperti hati ini😅.


2. Pembinaan/pendampingan 

Nah, untuk step selanjutnya adalah pembinaan/pendampingan. Karna mau bagaimanapun yang namanya bisnis itu harus ada yang membina. Kasian kalau dipaksa dicemplung dikolam renang kalau yang dicemplungin tidak bisa berenang. Harus ada pendampingan. Setidaknya sampai usahanya bisa jalan. 


Udah sampai sini aja dulu. Toh nanti kalau jalan kan bisa nampak sendiri kan buah manisnya😊.


Mau tanya nih untuk BUMDes kira-kira UMKM binaannya akan dibawa sampai mana nih? 


IPO

🤔


Adohe

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Apa Bedanya Pernyataan, Mempertanyakan, dan Pertanyaan?

Inilah penjelasannya.. Pernyataan "Aku tak setuju dengan teorimu, karena bla bla bla..” "Menurut aku yang benar adalah seperti ini…” Jika kita menemui orang yang telah memberikan pernyataan, penilaian, pendapat, tanpa ada kalimat tanya, lebih baik tak perlu dijelaskan, karena 90% argumen kita akan dipatahkan dengan alasan atau doktrin yang telah diyakininya. Termasuk saat orang menilai buruk tentang diri kita. Biarkan saja, toh penilaian hakiki itu ada dimata Allah. "Janganlah memberi makan kepada orang yang kekenyangan. Janganlah memberi minum kepada orang yang 'kembung' perutnya.” Mempertanyakan "Mana mungkin bisa seperti itu..?” "Masak sih bisa bisnis tanpa modal..?” Peluang menjawab pertanyaan dengan keraguan seperti ini adalah fifty-fifty . Mungkin mereka memerlukan bukti lebih lanjut. Mungkin mereka merasa "terlalu indah untuk dipercaya”. Dengan penjelasan yang masuk nalar mereka, in syaa Allah mereka akan menerima. Tapi jika ki...

Bagaimana Cara Mengatasi Rasa Iri di Dalam Dunia Wirausaha

Wajar ketika anda menjadi seorang pengusaha, anda merasa ingin terhubung dan memiliki koneksi dengan pengusaha sukses lainnya. Ini merupakan hal yang sulit. Namun setiap kali beberapa orang berada dalam lingkaran sosial tersebut, mereka dapat menjalankan bisnisnya dengan baik. Sementara, pengusaha yang tidak memiliki koneksi bisa dikatakan ‘kurang’ berhasil. Rasa iri di dalam dunia wirausaha dapat menyebabkan kerusakan hubungan sosial dan kolaborasi potensial. Dan tentunya dapat merusak berbagai hal, karena sering muncul di hati setiap manusia. Anda mungkin pernah menemukan ‘rasa iri’ di salah satu dari peristiwa berikut : 1. Ketika pekerjaan yang dapat orang lain selesaikan dengan baik, sedangkan anda tidak mampu melakukannya. 2. Ketika anda mampu melakukan sesuatu dengan baik, tetapi yang lain tidak mampu. 3. Dan ketika tidak ada yang benar-benar mampu melakukan dengan baik, kecuali satu orang yang memang sangat berbakat. Berikut adalah cara menangani setiap situasi tersebut,...

3 Golongan Karyawan

Ada 3 golongan karyawan yang bisa saya bagi disini agar supaya kita bisa membedakan karyawan kita termasuk golongan yang mana sih? Patut untuk dipertahankan atau nggak sih? Berikit 3 golongan tersebut: 1. Karyawan bekerja untuk mengisi waktu luang      Karyawan yang pada perusahaan tujuannya untuk mengisi waktu luang saja apa bagus untuk dipertahankan? Jelas tidak dong🙂. Kenapa? Karena mereka yang bekerjanya hanya untuk mengisi waktu luang saja bisa dipastikan bahwa kinerjanya diperusahaan nanti akan asal-asalan, karena memang niatnya bekerja hanya untuk menghabiskan waktu saja.        Kebanyakan yang menempati kategori ini adalah mereka anak-anak muda yang baru lulus sekolah dan kondisi keuangannya termasuk golongan mampu. Yang kedua yaitu ibu rumah tangga, yang suaminya termasuk golongan mampu. Dia juga pun nantinya akan asal-asalan dalam bekerja, karena memang tujuan bekerjanya hanya untuk mengisi waktu luang. 2. Karyawan bekerja untuk mencari peng...