Langsung ke konten utama

6 Jurus Jitu Supaya Customer Antri

Pernah Anda bertanya-tanya apa yang membuat banyak entrepreneur di dunia sukses bangun bisnisnya? Sebut saja seperti Steve Jobs yang sukses membangun Apple, Bill Gates yang sukses dengan Microsoft, atau Jack Ma yang sukses dengan Alibaba? Tahukah Anda bahwa ternyata untuk membangun sebuah bisnis yang sukses, ada 1 hal paling penting di bisnis yang harus dikuasai oleh Anda sebagai Pemilik Bisnis? Jawabannya bukan produk atau jasa yang bagus, sumber daya manusia (SDM), profit, atau sistem dan monitoring yang baik saja maka bisa membuat bisnis menjadi sukses. Anda boleh saja punya itu semua, tapi kalau tidak ada yang satu ini, maka bisnis bisa tutup. Ternyata 1 hal yang paling penting di bisnis apapun adalah Customer antri! Bisnis akan berkembang dengan luar biasa bila banyak customer secara terus menerus antri membeli produk atau jasa Anda. Pertanyaannya sekarang, bagaimana membuat customer terus menerus antri di bisnis Anda?

 Untuk membuat customer antri di bisnis Anda, pertama Anda harus menentukan Spesific WHO di Bisnis Anda. Siapakah orang-orang yang paling mungkin membeli produk atau jasa Anda? Siapakah target market dari bisnis Anda? Kesalahan terbesar yang sering dilakukan oleh pemilik bisnis adalah menjawab “Semuanya!”. Padahal peluru kita terbatas, kita tidak mungkin bisa menembak semua burung di udara. Oleh karena itu, penting untuk fokus ke burung tertentu yang ingin Anda fokuskan, yang bisa menjadi customer Anda.

 Kedua, setelah Anda memutuskan WHO atau siapa yang spesifik untuk produk atau jasa Anda, maka sekarang saatnya Anda memikirkan Relevant WHERE. Dimanakah target market Anda yang spesifik tersebut berada? Bisa jadi burung dengan jenis spesifik yang menjadi target market Anda tersebut berkumpul di pohon yang sama. Bila kita tembakkan peluru yang terbatas itu ke pohon tersebut, maka akan lebih banyak burung yang kena pelurunya.

 Lalu yang ketiga, Anda harus memikirkan Beyond WHAT atau sesuatu yang berbeda di luar produk atau jasa Anda. Ciptakan persepsi yang baik atas produk atau jasa Anda, sehingga calon customer atau customer Anda tidak hanya fokus ke functional benefit-nya saja dan membandingkan fungsinya dengan bisnis lain yang sejenis hingga terjadilah perang harga. Justru Anda harus membuat mereka fokus dengan emotional benefit yang menyentuh hati sehingga harga seringkali tidak relevan. Berapa banyak orang mau membeli jam tangan yang harganya ratusan juta bahkan miliaran? Padahal jam tangan yang harganya jauh lebih murah pun banyak dan fungsinya sama saja, yaitu untuk melihat waktu. Itulah kenapa penting untuk lebih fokus ke emotional benefit.

 Saat ini langkah keempat yang harus Anda lakukan adalah Anda memikirkan Different WHY atau kenapa customer Anda harus percaya atas apa yang Anda katakan. Tentunya kita tidak boleh berbohong saat membicarakan functional benefit atau manfaat dari produk atau jasa. Apa yang kita janjikan sebagai manfaat dari membeli atau memakai produk atau jasa harus benar sehingga customer yakin akan emotional benefit yang Anda katakan sebelumnya.

  Kelima, Anda harus menentukan Right WHEN atau kapan waktu yang paling tepat untuk Anda melakukan marketing program atau marketing activities atas produk atau jasa Anda. Memang banyak bisnis yang bisa melakukan marketing activities di segala waktu, namun WHEN adalah faktor penting bila Anda ingin strategi marketing yang Anda lakukan bisa memberikan hasil yang optimal. Misalnya, bisnis Anda adalah bisnis restoran, sebaiknya Anda tidak membagikan brosur untuk makan siang di bulan puasa di negara yang mayoritas penduduknya sedang berpuasa sehari penuh.

 Keenam adalah kunci akhir dari Spesific WHO, Relevant WHERE, Beyond WHAT, Different WHY, dan Right WHEN yaitu Practical HOW! Bagaimana Anda menyentuh calon customer Anda dengan cara yang efisien dan efektif melalui marketing program yang praktis. Harapannya supaya calon customer sangat sadar dengan produk atau jasa yang ditawarkan. Misalnya, dari pagi hari ada produk atau jasa Anda di internet banner di portal berita digital yang dibacanya, ada flyer tentang produk atau jasa Anda saat makan siang, ada Facebook Ads produk/ jasa Andasaat ia mengecek social media-nya di sore hari, dan bahkan ada iklan Anda di televisi saat ia menonton di malam hari.

 6 strategi Praktis tersebut dibagikan oleh Coach Yohanes G. Pauly, Business Coach yang mencapai Peringkat No. 1 di Tingkat Dunia dari GRATYO® Practical Business Coaching di GRATYO® Entrepreneurs Gathering. Coach Yohanes G. Pauly merupakan Pemegang Rekor Dunia dari Guinness World Records™ yang membagikan strategi-strategi bisnis yang praktis dan sudah terbukti berhasil untuk membangun bisnis yang Sukses, Profitable & AUTO-PILOT di buku bisnis best seller “Business Is FUN!™”.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Apa Bedanya Pernyataan, Mempertanyakan, dan Pertanyaan?

Inilah penjelasannya.. Pernyataan "Aku tak setuju dengan teorimu, karena bla bla bla..” "Menurut aku yang benar adalah seperti ini…” Jika kita menemui orang yang telah memberikan pernyataan, penilaian, pendapat, tanpa ada kalimat tanya, lebih baik tak perlu dijelaskan, karena 90% argumen kita akan dipatahkan dengan alasan atau doktrin yang telah diyakininya. Termasuk saat orang menilai buruk tentang diri kita. Biarkan saja, toh penilaian hakiki itu ada dimata Allah. "Janganlah memberi makan kepada orang yang kekenyangan. Janganlah memberi minum kepada orang yang 'kembung' perutnya.” Mempertanyakan "Mana mungkin bisa seperti itu..?” "Masak sih bisa bisnis tanpa modal..?” Peluang menjawab pertanyaan dengan keraguan seperti ini adalah fifty-fifty . Mungkin mereka memerlukan bukti lebih lanjut. Mungkin mereka merasa "terlalu indah untuk dipercaya”. Dengan penjelasan yang masuk nalar mereka, in syaa Allah mereka akan menerima. Tapi jika ki...

Bagaimana Cara Mengatasi Rasa Iri di Dalam Dunia Wirausaha

Wajar ketika anda menjadi seorang pengusaha, anda merasa ingin terhubung dan memiliki koneksi dengan pengusaha sukses lainnya. Ini merupakan hal yang sulit. Namun setiap kali beberapa orang berada dalam lingkaran sosial tersebut, mereka dapat menjalankan bisnisnya dengan baik. Sementara, pengusaha yang tidak memiliki koneksi bisa dikatakan ‘kurang’ berhasil. Rasa iri di dalam dunia wirausaha dapat menyebabkan kerusakan hubungan sosial dan kolaborasi potensial. Dan tentunya dapat merusak berbagai hal, karena sering muncul di hati setiap manusia. Anda mungkin pernah menemukan ‘rasa iri’ di salah satu dari peristiwa berikut : 1. Ketika pekerjaan yang dapat orang lain selesaikan dengan baik, sedangkan anda tidak mampu melakukannya. 2. Ketika anda mampu melakukan sesuatu dengan baik, tetapi yang lain tidak mampu. 3. Dan ketika tidak ada yang benar-benar mampu melakukan dengan baik, kecuali satu orang yang memang sangat berbakat. Berikut adalah cara menangani setiap situasi tersebut,...

3 Golongan Karyawan

Ada 3 golongan karyawan yang bisa saya bagi disini agar supaya kita bisa membedakan karyawan kita termasuk golongan yang mana sih? Patut untuk dipertahankan atau nggak sih? Berikit 3 golongan tersebut: 1. Karyawan bekerja untuk mengisi waktu luang      Karyawan yang pada perusahaan tujuannya untuk mengisi waktu luang saja apa bagus untuk dipertahankan? Jelas tidak dong🙂. Kenapa? Karena mereka yang bekerjanya hanya untuk mengisi waktu luang saja bisa dipastikan bahwa kinerjanya diperusahaan nanti akan asal-asalan, karena memang niatnya bekerja hanya untuk menghabiskan waktu saja.        Kebanyakan yang menempati kategori ini adalah mereka anak-anak muda yang baru lulus sekolah dan kondisi keuangannya termasuk golongan mampu. Yang kedua yaitu ibu rumah tangga, yang suaminya termasuk golongan mampu. Dia juga pun nantinya akan asal-asalan dalam bekerja, karena memang tujuan bekerjanya hanya untuk mengisi waktu luang. 2. Karyawan bekerja untuk mencari peng...